Stephan El Shaarawy Gagal di Monaco Karena Terlalu Hebat

Tepatnya di paruh pertama musim ini dimana ia dipinjamkan oleh AC Milan ke AS Monaco. Dan menurut Federico Pastorello, salah seorang agen dari FIFA, kegagalan El Shaarawy lebih disebabkan karena ia terlalu hebat dan permainannya justru tak cocok dengan Monaco.
Setengah musim bersama Monaco, El Shaarawy hanya dimainkan 15 kali di Liga Prancis dan itu pun tak selalu main penuh. Total, ia hanya bermain di 24 pertandingan dan mengemas tiga gol saja. Jumlah yang terlihat banyak namun sebenarnya tidak jika melihat menit bermainnya disana yang total hanya berjumlah 1.080 menit saja.
Kubu Monaco sendiri sebelumnya sudah mengatakan bahwa tidak ada tempat lagi bagi El Shaarawy di Stade Louis II. Mereka juga menolak untuk mengaktifkan opsi untuk membeli El Shaarawy secara permanen hingga kemudian karirnya diselamatkan oleh Roma.
Ada beberapa alasan kenapa Stephan tidak sukses di Monaco. Itu memang jadi tanggung jawabnya sendiri tapi disana ia jarang dimainkan. Stephan adalah pemain yang sangat berteknik dan oleh karenanya di Monaco ia seperti seekor ikan yang terlempar dari air. Gaya permainannya tidak cocok dengan apa yang diterapkan oleh Monaco, jelas Pastorello.
Bersama Roma, El Shaarawy menemukan lagi apa yang hilang darinya. Sudah empat gol yang ia buat sejak bergabung pada Januari lalu dan membuat Milan kemudian berkoar bahwa El Shaarawy tidak akan mereka jual meski faktanya mereka memberikan opsi yang menguntungkan Roma. Dan Pastorello sendiri menyarankan agar El Shaarawy tidak kembali ke Milan karena ia lebih cocok untuk tetap berada di Roma.
Luciano Spalletti adalah salah satu pelatih terbaik di Italia dan kedatangannya membangkitkan Roma yang kini menjadi pesaing untuk masuk ke tiga besar. Jika Stephan malah kembali ke Milan, ia tidak akan bisa sebagus bermain bersama Roma. Karena Roma adalah tim yang dipenuhi pemain berteknik tinggi dan akan menjadi habitat yang pas bagi Stephan.

thesteelersjerseysshop.com togel hk Sumber: Sidomi