Sepakbola tak jadi prioritas di SEA Games

Sambut SEA Games 2017 di Malaysia, KONI Pusat sudah memetakan cabang olahraga (cabor) yang diprioritaskan untuk mendulang emas. Menariknya, KONI Pusat tak memperhitungkan cabor sepakbola bisa menambah perolehan medali emas Indonesia.Berdasarkan keterangan Wakil Ketua Umum KONI pusat, Suwarno, pihaknya sudah memetakan prioritas perolehan emas di daftar 16 cabor. Tak ada cabor sepakbola di 16 cabor pilihan tadi memang cukup beralasan mengingat Timnas Indonesia memang sudah tak pernah lagi meraih emas sejak SEA Games 1991 di Manila, Filipina.16 Cabor yang menjadi andalan untuk mendulang emas adalah bulutangkis, panahan, berkuda equistrian, angkat besi, dayung nomor canoeing dan TBR (Traditional Boat Racing). Panjat tebing, balap sepeda nomor downhill, jetski, paragliding non mesin, bridge, karate, silat dan wushu.”Itu adalah cabang-cabang yang menjadi ujung tombak. Mudah-mudahan bisa mengangkat Indonesia, paling tidak di 10 besar,” harap Suwarno.Suwarno juga seperti tak pasang target muluk-muluk seperti menjadi juara umum SEA Games 2017 di Malaysia. KONI hanya ingin membawa Indonesia masuk 10 besar. Karena sejatinya SEA Games dijadikan ajang pemanasan menyambut Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.SEA Games juga menurut Suwarno bukan tolak ukur ideal untuk menilai keberhasilan pembinaan olahraga di Indonesia. Karena alasan tadi, ia menilai gelar juara umum SEA Games tidak begitu substansial, apalagi cabor yang dipertandingkan pasti sesuai dengan potensi tuan rumah.”Karena itu Indonesia tidak harus mengirim semua cabor. Yang dikirim hanya yang potensi medali. Kalau enggak, mengapa harus dikirim,” jelas Suwarno. (bsc/asa)

thesteelersjerseysshop.com togel hk Sumber: Merdeka.com