Sempat Ditolak Latihan, Ini 10 Fakta Top Skor Liga Qatar Asal Indonesia

Ya, di usia yang belum genap 11 tahun, Abdurrahman Iwan Kuswanto sudah menjadi bintang cilik di Qatar. Tentu bukan di ajang Idola Cilik, tetapi di atas lapangan hijau. Puluhan gol telah dilesakkannya ke gawang lawan sehingga terpilih menjadi Pemain Terbaik dan Top Skor Liga Qatar Yunior serta terpilih masuk Aspire Academy – kawah candradimuka penggemblengan bakat-bakat muda di negara kaya minyak tersebut.

Baca Juga
MU Jadi Tujuan Top Skor Liga Qatar Asal Indonesia

Inilah beberapa fakta menarik Maradona Kecil dari Indonesia:1. Lahir di Doha QatarAbdurrahman Iwan lahir di Doha, 14 Agustus 2006. Anak keempat dari empat bersaudara Bungsu dari empat bersaudara ini menetap di Qatar mengikuti ayahnya, Iwan Kuswanto, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak sejak kira-kira 16 tahun yang lalu. Iwan Kuswanto mengaku sebagai pendukung setia Persib Bandung. Mungkin karena dia asli Jawa Barat dan menikah dengan seorang wanita asal Pemalang, Jawa Tengah sebelum bekerja di Qatar.2. Berlatih Bersama Komunitas Indonesia di Qatar Sejak umur 2 tahun, Iwan sudah memperlihatkan bakat bermain bola. Kebetulan pada tahun 2011, saat Iwan 5 tahun, Dr. Rakhmat Soebekti – mantan pemain PSIS yang kini bekerja dan menetap di Qatar, berinisiatif membentuk Persiqa (Persatuan Sepakbola Indonesia di Qatar). Iwan kecil mulai berlatih seminggu sekali setiap hari Jumat di sebuah sekolah di belakang kedutaan besar Indonesia. 3. Tetap Ngotot Meski Ditolak Al Wakrah SCIwan Kuswanto belakangan merasa latihan seminggu sekali tidak cukup bagi anaknya. Kebetulan ada klub profesional dekat tempat tinggal mereka, Al Wakrah SC. Sayang, keinginan berlatih di sana ditolak karena klub itu hanya menerima warga negara Qatar.

Baca Juga
10 Fakta Mencengangkan Andi Syahputra, Pemain Muda yang Jadi Rebutan Indonesia dan Qatar

Layaknya warga perantauan, duet bapak-anak ini tak patah semangat. Mereka sengaja selalu datang menonton sesi latihan Al Warkah SC dengan kostum lengkap! Meski hanya duduk di bangku penonton Iwan memakai kostum sepakbola lengkap dengan sepatunya seolah-olah bakal ikut berlatih.4. Coach Abdullah dan Trial Setahun Keteguhan hati itu berbuah manis. Salah seorang pelatih klub itu, Coach Abdullah, luluh dan mengajak Iwan berlatih bersama timnya tiga kali seminggu. Tetapi, statusnya bukan pemain resmi Al Warkah SC. Setelah setahun berlatih sebagai anggota tamu, saat umurnya 6 tahun di tahun 2012, kartu anggota klub resmi didapatkan. Talenta luar biasa Iwan membuat Al Warkah SC memberikan pengecualian baginya.5. Rekor 14 Gol dalam 1 PertandinganDiposisikan sebagai penyerang, bakat Iwan semakin terasah. Bahkan, dalam sebuah partai uji coba melawan Al Shaitiya, pemain yang juga menggemari bola basket ini mencetak 14 gol! Tujuh gol di babak pertama, sisanya di babak kedua. Sebuah rekor yang, menurut ayahnya, belum bisa dipecahkan pemain lain sampai hari ini.6. Pemain Terbaik dan Top Skor Liga Yunior Qatar Koleksi gol Iwan semakin tak terbendung. Di musim 2014-15, dia mencetak 42 gol dan menggondol gelar Pemain Terbaik sekaligus Top Skor Liga. Musim 2015-16, catatan itu diulangi lagi. Kali ini Iwan mencetak 37 gol dan 10 assist.7. Cemerlang di Aspire AcademyBakat Iwan dengan mudah terpantau oleh Aspire Academy. Akademi sepakbola yang memang dibentuk pemerintah Qatar untuk mengembangkan bakat-bakat muda di negara itu. Kualitasnya tidak kalah dengan akademi Eropa, dan memang punya ikatan kerja sama resmi dengan sejumlah klub maupun asosiasi sepakbola Eropa.

Baca Juga
Inilah 3 Bintang Muda Indonesia di Liga Qatar yang Akan Diseleksi PSSI

Mulai tahun 2006, Iwan menjadi bagian Aspire Academi dan ikut berjasa mengantarkan timnya menjuarai International Tri-Series Tournament dua kali berturut-turut. Di dua ajang itu, Iwan mencetak 1 gol dan 1 assist. Iwan juga pernah mencetak 3 gol dan 2 assist ketika timnya berlaga di Yunani.Per tahun 2015, Aspire telah meluluskan 40 pesepakbola berkewarganegaraan Senegal, Ghana, Nigeria, Thailand, Paraguay dan Mali yang kemudian berlaga untuk tim nasionalnya masing-masing. Tahun 2014, Timnas U-19 Qatar yang menjuarai Piala Asia U-19, seluruh tim berasal dari Aspire Academy.8. Jadwal SuperpadatKini Abdurrahman sedang menuntut ilmu debagai siswa Grade 5 di Middle East International School. Hari-harinya cukup padat. Pagi sekolah langsung dilanjutkan latihan. 9. Jadwal Latihan PadatDi Aspire Academy, dia latihan hari Kamis sampai Minggu, 3 jam setiap hari dari jam 4 sore sampai 7 malam. Jumat dan Sabtu libur, tetapi setiap Sabtu harus berlaga di Liga Yunior Qatar membela Al Warkah SC.10. Mimpi Membela Timnas IndonesiaAbdurrahman sudah menegaskan pilihannya menginginkan membela negara asalnya, Indonesia. Dia memang memegang paspor Indonesia dan tak berniat menggantinya dengan menjadi Warga Negara Qatar

thesteelersjerseysshop.com bola228 Sumber: Bolalob