PSSI Ingin Verifikasi, Kelompok 85 Lakukan Advokasi

Mengenai niat PSSI tersebut, pengurus Kelompok 85 pun segera merapatkan barisan dan memberikan advokasi kepada para anggotanya agar tetap solid dalam upaya menuntut dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB).
Jadi, kami memutuskan bahwa advokasi adalah sesuatu yang dibutuhkan. Itu agar klub-klub (anggota Kelompok 85) tidak berjalan sendiri sendiri saat verifikasi nanti, ujar Sekretaris Kelompok 85, Budiman Dalimunthe, belum lama ini.
Kelompok 85 adalah 92 voters dari total 107 anggota PSSI yang menginginkan segera digelarnya KLB untuk menggantikan kepengurusan federasi di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti. Sementara dari kubu PSSI tampaknya enggan mengagendakan KLB.
Diharapkan agar para Exco PSSI mengedepankan dan menjadwalkan KLB ini sesuai statuta, di mana para Exco PSSI merupakan pengemban amanah dari para voters yang berjumlah 107 voters, demikian penggalan pers rilis dari Kelompok 85 yang disampaikan beberapa waktu lalu.
Kelompok 85 sendiri terdiri dari 15 klub Indonesian Super League (ISL), 14 klub Divisi Utama, 13 klub Divisi Satu, 19 klub Liga Nusantara, 28 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, serta 2 asosiasi, yakni Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI).
Jika PSSI tidak mau menggelar KLB, boleh jadi akan timbul polemik lagi. Pasalnya, salah satu alasan mengapa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) bersedia mencabut sanksi pembekuan PSSI adalah karena desakan KLB yang diinginkan oleh banyak pihak, terutama para anggota PSSI sendiri.

thesteelersjerseysshop.com bola228 Sumber: Sidomi