WN Australia Buat Laporan Fiktif Mengaku Dikeroyok di Kuta Bali

Pasaran Bola Denpasar – Kepolisian sektor (Polsek) Kuta, Bali dibuat kelabakan dengan aksi seorang warga negara (WN) Australia berinisial BJS (28). Ia mengaku dikeroyok orang tak dikenal di Jalan Poppies II Kuta, Badung, Bali pada Sabtu (30/7). Namun saat petugas melakukan penyelidikan, tidak ada satu pun saksi yang membenarkan peristiwa itu. Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara, didampingi Kanit Reskrim Iptu Ario Seno Wimoko, mengatakan laporan yang dibuat ternyata fiktif belaka. Janggalnya, saat diajak ke tempat kejadian perkara (TKP), pelapor enggan ikut dengan alasan lelah. “Saat ke sana besok harinya, pelapor justru bingung menunjukkan tempat pengeroyokan,” ujar Sumana di Kuta, Selasa (2/8). Menurut dia, kejadian itu akal-akalan pelapor. Menurut pelapor, lanjut Sumana pengeroyokan itu dilakukan sekira pukul 22.00 Wita dan mengatakan daerah Poppies sepi. Namun fakta sebaliknya, bahwa salah satu jalan di kawasan Kuta Legian itu tidak pernah sepi 24 jam. “Setiap malam minggu ratusan polisi dan Pam Swakarsa dikerahkan di wilayah tersebut hingga Jalan Legian. Jadi tidak sesuai dengan fakta,” urainya. Belakangan terkuak, aksi bule itu ternyata untuk mendapat pengakuan dari pihak kepolisian sehingga dapat melakukan klaim asuransi di negaranya. Artinya, yang dilakukan oleh pelapor adalah laporan palsu. “Keterangan tersangka ini tidak masuk akal,” katanya. Sumara menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Konjen Australia. “Kalau terbukti benar yang bersangkutan buat laporan palsu, tentu akan berhadapan dengan hukum. Meski sekarang diketahui pelapor sudah kabur kembali ke negara asalnya,” paparnya. Semengtara seorang karyawan Mini Mart di tempat kejadian perkara (TKP) Firmansyah (19), tidak melihat atau mendengar ada keributan, apalagi pengeroyokan. I Nyoman Mardika/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu