Leonardo Bonucci, Antara Anak dan Sepak Bola

Pengabdian Leonardo Bonucci sebagai seorang ayah dan pemain Juventus mendapat ujian di musim panas 2016 lalu. Saat itu Bonucci dihadapkan pada pilihan, terus bermain atau berhenti demi merawat anaknya yang menderita sakit parah.Sebagai seorang ayah, Bonucci tentu memiliki tanggung jawab besar terhadap kehidupan sang anak. Namun di sisi lain, ia berat jika harus meninggalkan profesinya. Setelah melewati segelintir ujian, ia akhirnya dapat membagi waktu untuk dua hal yang dicintainya.”Selama tiga sampai empat bulan kepala saya tidak berada di tempat yang seharusnya. Anak saya telah melewati operasi dan sejak itu saya tidak tertarik dengan latihan atau yang berkaitan pada sepak bola,” ungkap Bonucci yang dikutip dari Football Italia.”Saya orang yang membenci rumah sakit. Saya selalu berusaha untuk menghindarinya. Tapi pada satu kesempatan saya harus berada di sana dan berusaha agar tetap tenang. Sekarang Matteo (anak Bonucci) sudah lebih baik. Keluarga kami lebih erat dari sebelumnya,” ujar sang pemain.Namun sebelum menerima kabar bahagia soal kondisi sang anak, Bonucci sempat frustrasi hingga berencana pensiun dari sepak bola. Tapi berkat dukungan sejumlah pihak, bek 29 tahun itu akhirnya dapat terus bermain sampai saat ini.”Ya, saya pernah berpikir untuk berhenti main sepak bola. Saat itu sepak bola bukan prioritas dalam hidup saya. Saya ingin menemani Matteo sebab dia punya banyak pertanyaan dan saya tak bisa menjawabnya. Sekarang saya beruntung sebab semua yang saya lakukan berasal dari hati,” ucap Bonucci.Pada musim panas lalu, Bonucci sempat dilirik Chelsea. Namun demi Matteo, ia menolak tawaran mewah yang datang dari The Blues. (bep)

thesteelersjerseysshop.com bola228 Sumber: Sindonews