RUU Pilkada, PKS: Demokrat Inkonsisten!

Rimanews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai sikap Partai Demokrat inkonsisten karena berbalik menyetujui opsi pemilihan langsung jelang RUU Pilkada diputuskan. “Peta voting hari ini dinamis. Usulan tidak langsung awalnya dari pemerintah dan mereka awalnya membela sangat kuat. Kami berharap Demokrat punya hati nuraninya,” kata Anggota Majelis Syura PKS, Hidayat Nurwahid di DPR, Kamis (25/9). Baca Juga PKS: Keberadaan Warga Negara Cina Sudah Mengkhawatirkan PKS Desak Pemerintah Ikut Hentikan Pembantaian di Aleppo Jubir Agus-Sylvi Sebut Tangisan Ahok Hanya Drama KPK Periksa Politisi PDIP dan Demokrat Terkait Korupsi e-KTP PKS Tak Sepakat PDIP Dapat Satu Kursi Pimpinan DPR Dikatakan Hidayat, pada mulanya Demokrat mengusulkan Pilkada kembali dilaksanakan melalui sistem perwakilan di DPRD. Opsi Pilkada langsung, tambahnya, bertentangan dengan hasil rapat kerja dengan pemerintah. Dalam hal ini Kemendagri dan penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu. “Itu bertentangan dengan hasil seminar pemerintah, rapat kerja dengan Kemendagri, KPU dan lain-lain, dan Pilkada langsung itu banyak masalahnya. Jadi, aneh sekarang mereka membelot, karena mereka yang mencari,” sindir Hidayat. Jika penentuan RUU Pilkada dilaksanakan melalui pengambilan suara terbanyak, PKS dan Koalisi Merah Pituh mengaku nothing to lose . “Itu bukan hitung-hitungan kalah, dan kita akan mempertimbangkan itu, kami sudah pecah dari awal,” kata Hidayat. Terkait kehadiran anggota parpol KMP di Sidang Paripurna, terang Hidayat, masing-masing fraksi menyiapkan sanksi bagi anggota yang berseberangan. “Masing-masing fraksi akan melakukannya, bukan KMP. Tapi di PKS tidak ada sanksi,” tegasnya.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : ru pilkada , PKS , Demokrat , Pilkada Langsung , politik , Nasional

Sumber: RimaNews