Akhirnya Datang Juga, Salah!

Sebelum akhirnya ia resmi pindah dari klub AS Roma (Italia) ke Liverpool (Inggris) pada Kamis (22/6) lalu. Jika ditarik mundur, ketertarikan Liverpool terhadap pemain asal Mesir ini sudah muncul sejak awal tahun 2014, saat Salah masih membela FC Basel (Swiss). Kala itu, Liverpool berniat mencari tandem untuk Phillipe Coutinho, dan Salah dinilai sebagai sosok yang pas. Pada prosesnya, Si Merah berunding dengan Basel dan hampir mencapai kata sepakat. Tapi, Chelsea, yang kala itu diasuh Jose Mourinho, tiba-tiba menyalip di tikungan akhir, bahkan tanpa pernah diberitakan tertarik sebelumnya. Alhasil, Salah pun mendarat di London. Gerakan ‘menikung’ yang dilakukan Chelsea ini justru membuat Liverpool dan Salah sama-sama merana. Liverpool merana, karena mereka masih harus mencari tandem sepadan untuk Coutinho, dan sosok penyerang ideal tim, setelah Luis Suarez pergi ke Barcelona dan Daniel Sturridge rajin terkena cedera. Sedangkan Salah merana karena ia hanya menjadi pemain cadangan di Chelsea, sebelum akhirnya pindah ke Italia. Di Italia lah, Salah kembali bersinar, yakni saat membela Fiorentina (paruh kedua musim 2014/2015, dengan status pinjaman) dan AS Roma (2015-2017). Pada saat yang sama, Liverpool juga mengalami naik-turun performa, sebelum akhirnya mampu finis di posisi 4 besar, pada musim 2016/2017 lalu, di bawah komando Jurgen Klopp. Musim lalu, sebenarnya Liverpool mempunyai trisula Mane-Coutinho-Firmino di depan. Tapi, ketiganya sempat bergantian absen, baik karena cedera, maupun tugas negara (Sadio Mane sempat absen memperkuat timnas Senegal di Piala Afrika 2017). Akibatnya, performa Si Merah pun sempat anjlok. Saat Mane harus kembali absen, di pekan-pekan terakhir EPL musim lalu akibat terkena cedera lutut, sistem permainan tim agak terganggu. Karena gaya main Mane yang eksplosif, dan rajin merupakan salah satu elemen kunci sistem gegenpressing Klopp di Liverpool. Untungnya, Si Merah tetap mampu finis di posisi 4 besar EPL. Berangkat dari masalah inilah, Klopp mengidentifikasi; Liverpool butuh tenaga pemain sayap tambahan. Si Merah lalu mendekati Salah, yang memang tampil oke di AS Roma, dan menjadi finalis Piala Afrika 2017, bersama timnas Mesir. Akhirnya, setelah intens bernegosiasi sejak bulan Mei lalu, Salah pindah ke Liverpool, dengan ongkos 40 juta pounds (sudah termasuk bonus performa). Dengan ini, Salah resmi menjadi pemain termahal Liverpool. Di Liverpool, Salah akan memakai nomor punggung 11, menggantikan Roberto Firmino, yang akan mengenakan nomor punggung 9. Dari segi teknis; transfer ini adalah bukti keseriusan Liverpool, dalam menghadapi musim depan. Apalagi, musim depan, mereka akan tampil, di ajang Liga Champions. Datangnya Salah, akan membuat Liverpool ‘bermesin ganda’ di kedua sisi sayap, melengkapi Sadio Mane, yang sudah hadir musim sebelumnya. Kebetulan, Salah bertipikal seperti Mane; rajin dan eksplosif. Tipikal pemain seperti ini, sangat didambakan Klopp, dalam sistem “gegenpressing”-nya, yang selalu menuntut pemain, untuk rajin, dan bergerak cepat. Bagi Salah secara personal, kepindahannya ke Liverpool ini, adalah sebuah tantangan tersendiri. Karena, ia kini adalah pemain termahal klub. Selain itu, ini adalah kesempatan keduanya untuk membuktikan diri di Inggris, setelah sebelumnya sempat gagal bersinar bersama Chelsea. Mampukah Salah Bersinar di Liverpool?

thesteelersjerseysshop.com togel hk Sumber: Kompasiana